ASSALAMUALAIKUM.

Mutiara Kata

Friday, September 3, 2010

salam ramadhan dan selamat menyambut hari raya aidilfitri


dibulan yang mulia ini kami ada menjual daging lembu segar di sungai tua,batu caves,
Bekalan daging lembu segar untuk dijual di musim perayaan..sekilo rm20.
-untuk tempahan melebihi 5kg.
-lokasi di sungai tua,kampung bendahara.
Add caption
-kepada yang berminat berniaga daging dialukan.
-

Jika berminat bolehlah menghubungi : En Mohd Sallehhuddin (012-2228030 / 019-2338030)
                                                            En Mohd Shariffuddin (014-2221030)

Friday, January 15, 2010

Salam semua.

Sempena cuti sekolah sekarang ini, kami menawarkan kambing feral sembelihan dengan harga mampu dan cukup menarik untuk anda!

Berat : 35-45kg hidup
Harga : RM550-RM580/ekor
Sembelih dan lapah : RM50/ekor
Penghantaran sekitar Lembah Klang : RM30/trip

Perkhidmatan lain :
1] Masakan kari, kurma,dalca : RM180/ekor
2] Pakej BBQ golek termasuk on-site service : RM700 hingga rm 950.


Hubungi kami untuk mendapatkan bekalan anda sekarang! Harga semestinya masih boleh dirunding jika melebihi 1 ekor.

adab-adab akikah

[A]. PENGERTIAN AQIQAH

Imam Ibnul Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.25-26, mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.” Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahulloh berkata :

“Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.”

Imam Ahmad rahimahulloh dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (an-nasikah).

[B]. DALIL-DALIL SYAR'I TENTANG AQIQAH

Hadist no.1 :
Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent]

Hadist no.2 :
Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Hadist no.3 :
Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]

Hadist no.4 :
Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied]

Hadist no.5 :
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)]

Hadist no.6 :
Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih.

[C]. HUKUM-HUKUM SEPUTAR AQIQAH

HUKUM AQIQAH SUNNAH

Al-Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahulloh berkata dalam Nailul Authar (6/213) : “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi : “….berdasarkan hadist no.5 dari ‘Amir bin Syu’aib.”

BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENGINGKARI DAN MEMBID'AHKAN AQIAH

Ibnul Mundzir rahimahulloh membantah mereka dengan mengatakan bahwa : “Orang-orang ‘Aqlaniyyun (orang-orang yang mengukur kebenaran dengan akalnya, saat ini seperti sekelompok orang yang menamakan sebagai kaum Islam Liberal, pen) mengingkari sunnahnya aqiqah, pendapat mereka ini jelas menyimpang jauh dari hadist-hadist yang tsabit (shahih) dari Rasulullah karena berdalih dengan hujjah yang lebih lemah dari sarang laba-laba.” [Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.20, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam “Fathul Bari” (9/588)].

WAKTU AQIQAH PADA HARI KETUJUH

Berdasarkan hadist no.2 dari Samurah bin Jundab. Para ulama berpendapat dan sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ketujuh dari hari kelahirannya. Namun mereka berselisih pendapat tentang bolehnya melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh berkata dalam kitabnya “Fathul Bari” (9/594) :

“Sabda Rasulullah pada perkataan ‘pada hari ketujuh kelahirannya’ (hadist no.2), ini sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh dan orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. bahwasannya syariat aqiqah akan gugur setelah lewat hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat Imam Malik. Beliau berkata : “Kalau bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya “al-Muhalla” 7/527.

Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalm kitab “As-Shagir” (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah :

“Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21.” [Penulis berkata : “Dia (Ismail) seorang rawi yang lemah karena jelek hafalannya, seperti dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam ‘Fathul Bari’ (9/594).” Dan dijelaskan pula tentang kedhaifannya bahkan hadist ini mungkar dan mudraj]

BERSEDEKAH DENGAN DENGAN PERAK SEBERAT TIMBANGAN RAMBUT

Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata : “Dan disunnahkan mencukur rambut bayi, bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak), seperti : al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ahmad, dan lain-lain.”

Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas, ini adalah hadit dhoif.

TIDAK ADA TUNTUNAN BAGI ORANG DEWASA UNTUK AQIQAH ATAS NAMA DIRINYA SENDIRI

Sebagian ulama mengatakan : "Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa". Mungkin mereka berpegang dengan hadist Anas yang berbunyi : “Rasulullah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi.” [Dhaif mungkar, Hadits Riwayat Abdur Razaq (4/326) dan Abu Syaikh dari jalan Qatadah dari Anas]

Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif dan mungkar. Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya pada satu waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah ini mencakup orang dewasa maupun anak kecil.

AQIQAH UNTUK ANAK LAKI-LAKI DUA KAMBING DAN PEREMPUAN SATU KAMBING

Berdasarkan hadist no.3 dan no.5 dari Aisyah dan ‘Amr bin Syu’aib. "Setelah menyebutkan dua hadist diatas, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam “Fathul Bari” (9/592) : “Semua hadist yang semakna dengan ini menjadi hujjah bagi jumhur ulama dalam membedakan antara bayi laki-laki dan bayi perempuan dalam masalah aqiqah.”

Imam Ash-Shan’ani rahimahulloh dalam kitabnya “Subulus Salam” (4/1427) mengomentari hadist Aisyah tersebut diatas dengan perkataannya : “Hadist ini menunjukkan bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk bayi perempuan ialah setengah dari bayi laki-laki.”

Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan rahimahulloh dalam kitabnya “Raudhatun Nadiyyah” (2/26) berkata : “Telah menjadi ijma’ ulama bahwa aqiqah untuk bayi perempuan adalah satu kambing.”

Penulis berkata : “Ketetapan ini (bayi laki-laki dua kambing dan perempuan satu kambing) tidak diragukan lagi kebenarannya.”

BOLEH AQIQAH BAYI LAKI-LAKI DENGAN SATU KAMBING

Berdasarkan hadist no. 4 dari Ibnu Abbas. Sebagian ulama berpendapat boleh mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing yang dinukil dari perkataan Abdullah bin ‘Umar, ‘Urwah bin Zubair, Imam Malik dan lain-lain mereka semua berdalil dengan hadist Ibnu Abbas diatas.

Tetapi al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh berkata dalam kitabnya “Fathul Bari” (9/592) : “…..meskipun hadist riwayat Ibnu Abbas itu tsabit (shahih), tidaklah menafikan hadist mutawatir yang menentukan dua kambing untuk bayi laki-laki. Maksud hadist itu hanyalah untuk menunjukkan bolehnya mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing….”

Sunnah ini hanya berlaku untuk orang yang tidak mampu melaksanakan aqiqah dengan dua kambing. Jika dia mampu maka sunnah yang shahih adalah laki-laki dengan dua kambing.


[D]. AQIQAH DENGAN KAMBING

TIDAK SAH AQIQAH KECUALI DENGAN KAMBING

Telah lewat beberapa hadist yang menerangkan keharusan menyembelih dua ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan. Ini menandakan keharusan untuk aqiqah dengan kambing.

Dalam “Fathul Bari” (9/593) al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh menerangkan : “Para ulama mengambil dalil dari penyebutan syaatun dan kabsyun (kibas, anak domba yang telah muncul gigi gerahamnya) untuk menentukan kambing buat aqiqah.” Menurut beliau : “Tidak sah aqiqah seseorang yang menyembelih selain kambing”.

Sebagian ulama berpendapat dibolehkannya aqiqah dengan unta, sapi, dan lain-lain. Tetapi pendapat ini lemah karena :

[1] Hadist-hadist shahih yang menunjukkan keharusan aqiqah dengan kambing semuanya shahih, sebagaimana pembahasan sebelumnya.

[2] Hadist-hadist yang mendukung pendapat dibolehkannya aqiqah dengan selain kambing adalah hadist yang talif saqith alias dha’if.

PERSYARATAN KAMBING AQIQAH TIDAK SAMA DENGAN KAMBING KURBAN [IDUL ADHA]

Penulis mengambil hujjah ini berdasarkan pendapat dari Imam As-Shan’ani, Imam Syaukani, dan Iman Ibnu Hazm bahwa kambing aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur tertentu atau harus tidak cacat sebagaimana kambing Idul Adha, meskipun yang lebih utama adalah yang tidak cacat.

Imam As-Shan’ani dalam kitabnya “Subulus Salam” (4/1428) berkata : "Pada lafadz syaatun (dalam hadist sebelumnya) menunjukkan persyaratan kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban. Adapun orang yang menyamakan persyaratannya, mereka hanya berdalil dengan qiyas.”

Imam Syaukhani dalam kitabnya “Nailul Authar” (6/220) berkata : “Sudah jelas bahwa konsekuensi qiyas semacam ini akan menimbulkan suatu hukum bahwa semua penyembelihan hukumnya sunnah, sedang sunnah adalah salah satu bentuk ibadah. Dan saya tidak pernah mendengar seorangpun mengatakan samanya persyaratan antara hewan kurban (Idul Adha) dengan pesta-pesta (sembelihan) lainnya. Oleh karena itu, jelaslah bagi kita bahwa tidak ada satupun ulama yang berpendapat dengan qiyas ini sehingga ini merupakan qiyas yang bathil.”

Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya “Al-Muhalla” (7/523) berkata : “Orang yang melaksanakan aqiqah dengan kambing yang cacat, tetap sah aqiqahnya sekalipun cacatnya termasuk kategori yang dibolehkan dalam kurban Idul Adha ataupun yang tidak dibolehkan. Namun lebih baik (afdhol) kalau kambing itu bebas dari catat.”

BACAAN KETIKA MENYEMBELIH KAMBING

Firman Alloh Ta'ala : “Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah…” [Al-Maidah : 4]

Firman Alloh Ta'ala : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan.” [Al-An’am : 121]

Adapun petunjuk Nabi tentang tasmiyah (membaca bismillah) sedah masyhur dan telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551, karya Syaikh Al-Albani). Oleh karena itu, doa tersebut juga diucapkan ketika meyembelih hewan untuk aqiqah karena merupakan salah satu jenis kurban yang disyariatkan oleh Islam. Maka orang yang menyembelih itu biasa mengucapkan : “Bismillahi wa Allohu Akbar”.

MENGUSAP DARAH SEMBELIHAN AQIQAH DI ATAS KEPALA BAYI MERUPAKAN PERBUATAN BID'AH DAN JAHILIYAH

“Dari Aisyah berkata : Dahulu ahlul kitab pada masa jahiliyah, apabila mau mengaqiqahi bayinya, mereka mencelupkan kapas pada darah sembelihan hewan aqiqah. Setelah mencukur rambut bayi tersebut, mereka mengusapkan kapas tersebut pada kepalanya ! Maka Rasulullah bersabda : “Jadikanlah (gantikanlah) darah dengan khuluqun (sejenis minyak wangi).” [Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (5284), Abu Dawud (2743), dan disahihkan oleh Hakim (2/438)]

Al-‘Allamah Syaikh Al-Albani dalam kitabnya “Irwaul Ghalil” (4/388) berkata : “Mengusap kepala bayi dengan darah sembelihan aqiqah termasuk kebiasaan orang-orang jahiliyah yang telah dihapus oleh Islam.”

Al-‘Allamah Imam Syukhani dala, kitabnya “Nailul Aithar” (6/214) menyatakan : “Jumhur ulama memakruhkan (membenci) at-tadmiyah (mengusap kepala bayi dengan darah sembelihan aqiqah)..”

Sedangkan pendapat yang membolehkan dengan hujjah dari Ibnu Abbas bahwasannya dia berkata : “Tujuh perkara yang termasuk amalan sunnah terhadap anak kecil….dan diusap dengan darah sembelihan aqiqah.” [Hadits Riwayat Thabrani], maka ini merupakan hujjah yang dhaif dan mungkar.

BOLEH MENGHANCURKAN TULANGNYA [DAGING SEMBELIHAN AQIQAH]SEBAGAIMANA SEMEBLIHAN LAINNYA

Inilah kesepekatan para ulama, yakni boleh menghancurkan tulangnya, seperti ditegaskan Imam Malik dalam “Al-Muwaththa” (2/502), karena tidak adanya dalil yang melarang maupun yang menunjukkan makruhnya. Sedang menghancurkan tulang sembelihan sudah menjadi kebiasan disamping ada kebaikannya juga, yaitu bisa diambil manfaat dari sumsum tersebut untuk dimakan.

Adapun pendapat yang menyelisihinya berdalil dengan hadist yang dhaif, diantaranya adalah :

[1] Bahwasannya Rasulullah bersabda : “Janganlah kalian menghancurkan tulang sembelihannya.” [Hadist Dhaif, karena mursal terputus sanadnya, Hadits Riwayat Baihaqi (9/304)]
[2] Dari Aisyah dia berkata : “….termasuk sunnah aqiqah yaitu tidak menghancurkan tulang sembelihannya….” [Hadist Dhaif, mungkar dan mudraj, Hadits Riwayat. Hakim (4/283]

Kedua hadist diatas tidak boleh dijadikan dalil karena keduanya tidak shahih. [lihat kitab “Al-Muhalla” oleh Ibnu Hazm (7/528-529)].

DISUNNAHKAN MEMASAK DAGING SEMBELIHAN AQIQAH DAN TIDAK MEMBERIKANNYA DALAM KEADAAN MENTAH

Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.43-44, berkata : “Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya….Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.”

TIDAK SAH AQIQAH SESEORANG KALAU DAGING SEMBELIHANNYA DIJUAL

Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.51-52, berkata : “Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah (taqarrub) kepada Alloh Ta'ala. Barangsiapa menjual daging sembelihannya sedikit saja maka pada hakekatnya sama saja tidak melaksanakannya. Sebab hal itu akan mengurangi inti penyembelihannya. Dan atas dasar itulah, maka aqiqahnya tidak lagi sesuai dengan tuntunan syariat secara penuh sehingga aqiqahnya tidak sah. Demikian pula jika harga dari penjualan itu digunakan untuk upah penyembelihannya atau upah mengulitinya” [lihat pula “Al-Muwaththa” (2/502) oleh Imam Malik].

ORANG YANG AQIQAH BOLEH MEMAKAN, BERSEDEKAH, MEMBERI MAKAN, DAN MENGHADIAHKAN DAGING SEMEBELIHANNYA, TETAPI YANG LEBIH UTAMA JIKA SEMUA DIAMALKAN

Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.48-49, berkata : “Karena tidak ada dalil dari Rasulullah tentang cara penggunaan atau pembagian dagingnya maka kita kembali ke hokum asal, yaitu seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya, memberi makan dengannya, bersedekah dengannya kepada orang fakir miskin atau menghadiahkannya kepada teman-teman atau karib kerabat. Akan tetapi lebih utama kalau diamalkan semuanya, karena dengan demikian akan membuat senang teman-temannya yang ikut menikmati daging tersebut, berbuat baik kepada fakir miskin, dan akan memuat saling cinta antar sesama teman. Kita memohon taufiq dan kebenaran kepada Alloh Ta'ala”. [lihat pula “Al-Muwaththa” (2/502) oleh Imam Malik].

JIKA AQIQAH BERTETAPAN DENGAN IDUL QURBAN, MAKA TIDAK SAH KALAU MENGERJAKAN SALAH SATUNYA [SATU AMALAN DUA NIAT]

Penulis berkata : “Dalam masalah ini pendapat yang benar adalah tidak sah menggabungkan niat aqiqah dengan kurban, kedua-duanya harus dikerjakan. Sebab aqiqah dan adhiyah (kurban) adalah bentuk ibadah yang tidak sama jika ditinjau dari segi bentuknya dan tidak ada dalil yang menjelaskan sahnya mengerjakan salah satunya dengan niat dua amalan sekaligus. Sedangkan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah dan Alloh Ta'ala tidak pernah lupa.”

TIDAK SAH AQIQAH SESEORANG YANG BERSEDEKAH DENGAN HARGA DAING SEMBELIHANNYA SEKALIPUN LEBIH BANYAK

Al-Khallah pernah berkata dalam kitabnya : “Bab Maa yustahabbu minal aqiqah wa fadhliha ‘ala ash-shadaqah” : “ Kami diberitahu Sulaiman bin Asy’ats, dia berkata Saya mendengar Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang aqiqah : “Mana yang kamu senangi, daging aqiqahnya atau memberikan harganya kepada orang lain (yakni aqiqah kambing diganti dengan uang yang disedekahkan seharga dagingnya) ? Beliau menjawab : “Daging aqiqahnya.” [Dinukil dari Ibnul Qayyim dalam “Tuhfathul Maudud” hal.35 dari Al-Khallal]

Penulis berkata : “Karena tidak ada dalil yang menunjukkan bolehnya bershadaqah dengan harga (daging sembelihan aqiqah) sekalipun lebih banyak, maka aqiqah seseorang tidak sah jika bershadaqah dengan harganya dan ini termasuk perbuatan bid’ah yang mungkar ! Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad .”

ADAB MENGHADIRI JAMUAN AQIQAH

Diantara bid’ah yang sering dikerjakan khususnya oleh ahlu ilmu adalah memberikan ceramah yang berkaitan dengan hokum aqiqah dan adab-adabnya serta yang berkaitan dengan masalah kelahiran ketika berkumpulnya orang banyak (undangan) di acara aqiqahan pada hari ketujuh.

Jadi saat undangan pada berkumpul di acara aqiqahan, mereka membuat suatu acara yang berisi ceramah, rangkaian do’a-do’a, dan bentuk-bentuk seperti ibadah lainnya, yang mereka meyakini bahwa semuanya termasuk dari amalan yang baik, padahal tidak lain hal itu adalah bid’ah, pent.

Perbuatan semacam itu tidak pernah dicontohkan dalam sunnah yang shahih bahkan dalam dhaif sekalipun !! Dan tidak pernah pula dikerjakan oleh Salafush Sholih rahimahumulloh. Seandainya perbuatan ini baik niscaya mereka sudah terlebih dahulu mengamalkannya daripada kita. Dan ini termasuk dalam hal bid’ah-bid’ah lainnya yang sering dikerjakan oleh sebagian masyarakat kita dan telah masuk sampai ke depan pintu rumah-rumah kita, pent !!

Sedangkan yang disyariatkan disini adalah bahwa berkumpulnya kita di dalam acara aqiqahan hanyalah untuk menampakkan kesenangan serta menyambut kelahiran bayi dan bukan untuk rangkaian ibadah lainnya yang dibuat-buat.

Sedang sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad . Semua kabaikan itu adalah dengan mengikuti Salaf dan semua kejelekan ada pada bid’ahnya Khalaf.

Wallahul Musta’an wa alaihi at-tiklaan.


[Disalin ringkas kembali dari kitab “Ahkamul Aqiqah” karya Abu Muhammad ‘Ishom bin Mar’I, terbitan Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi Arabia, dan diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan judul “Aqiqah” terbitan Titian Ilahi Press, Yogjakarta, 1997]

Thursday, August 27, 2009

lembu korban harga runtuh

assalamualaikum kepada semua kami dari syarikat bestfarm ingin menawarkan ternakan untuk korban,ternakan kami diantara nya ialah lembu,kambing,kerbau,dan unta.

>tempahan untuk korban 2009 sudah dibuka

>harga istimewa untuk setiap tempahan awal

>harga kami sangat lah berpatutan.

>kami mempunyai stok yang banyak untuk musim korban.

>kami menyediakan tempat melapah lembu korban di ladang kami.dan juga tempat parking kereta disediakan.

Lokasi :sg tua tambahan,batu caves,selangor

Kepada syarikat,individu yang berminat, sila hubungi melalui talian:


012-2228030/019-2338030/019-
3662333/0193244690

sila melayari website:www.bestfarm.biz

blog kami: akikahqorban.blogspot.com

atau email kami:bestfarm_co@yahoo.com


lembu korban 2009
lembu korban 2009

Wednesday, August 5, 2009

kambing akikah siap katering

kami menyediakan sewa khemah kepada sesiapa yang berminat.
kami menyediakan perbagai lauk untuk majlis akikah anak anda.
kami menyediakan kambing bakar,siap hidang lagi 2..kepada sesiapa yg berminat bole menghubungi en salehudin 012-2228030

Friday, May 8, 2009

masalah kambing dikasi

Suka kami berkongsi dengan permasalahan hari ini yang mana mereka2 yang arif tentang agama telah pun membuat keputusan bahawa Kambing yang dikasi (Weather) adalah sah dibuat Qurban dan Aqiqah. Mungkin kita pandai hukum hakam agama, namun janganlah kita terlebih pandai dari orang yang memang ariff dan yang menjaga hukum hakam di dalam negara kita ini. Hal2 yang melibatkan hukum perlulah diserahkan kepada mereka yang berkuasa atas bidang mereka. Untuk pengetahuan, kambing yang dikasi di australia adalah tujuan untuk menggemukkan kambing bagi menambah dagingnya, bukannya untuk mengurangkan daging. Kambing jantan di australia yang dikasi adalah dari baka yang bukan dari Full blood, kerana mereka hanya menggunakan baka full blood untuk breeding. Disertakan surat dari JAKIM untuk makluman semua....
Janganlah Menghalalkan Yang Haram atau Mengharamkan Yang Halal... Sesungguhnya yang halal itu adalah jelas, terang dan nyata dan yang haram itu juga adalah jelas, terang dan nyata.

Tuesday, May 5, 2009

Ternakan Bestfarm

unta import australia
lembu brahman
kambing farel
biri2 dopper
lembu baka l.i.d

Kambing Bakar/BBQ Untuk Paklah

my mom,sarip,deen
hidangan berselera
din bersama paklah
deen,ida,zubai,sarip
deen
sume my family hehe





Artikel Ilmiah

Soalan Lazim Mengenai Aqiqah

SOALAN

* Aqiqah menurut Islam
* Ketentuan aqiqah untuk anak lelaki dan perempuan
* Had umur anak dan perlaksanaan aqiqah untuk orang lain
* Penggunaan daging dan tulang haiwan aqiqah
* Mewakilkan pihak lain melaksanakan aqiqah
* Pengagihan daging haiwan aqiqah
* Hukum melumurkan darah haiwan aqiqah pada anak atau pintu rumah
* Sunnah lain yang boleh dilakukan pada hari penyembelihan aqiqah

Aqiqah menurut Islam
1: Apakah itu aqiqah?
2: Bagaimanakah sejarah bermulanya ibadah aqiqah?
3: Apakah hukum melaksanakan aqiqah?
4: Apakah hikmah melaksanakan ibadah aqiqah?
5: Siapakah yang dituntut oleh Islam untuk melaksanakan aqiqah?
6: Apakah perbezaan antara aqiqah dan korban?
7: Bilakah waktu paling baik untuk melaksanakan aqiqah?
8: Apakah yang perlu dibaca ketika penyembelihan haiwan aqiqah?

Ketentuan aqiqah untuk anak lelaki dan perempuan
1: Apakah ketentuan aqiqah bagi anak lelaki dan anak perempuan?
2: Apakah haiwan sembelihan yang dibolehkan untuk ibadah aqiqah?
3: Bolehkah seekor kambing dikongsi oleh dua orang anak bagi tujuan aqiqah?
4: Bolehkah mengaqiqahkan anak lelaki dengan seekor kambing sahaja?
5: Bolehkah berkongsi tujuh orang (bahagian) bagi seekor lembu dalam ibadah aqiqah?
6: Adakah wajib menyembelih dua ekor kambing bagi anak lelaki dalam ibadah aqiqah?

Had umur anak dan perlaksanaan aqiqah untuk orang lain
1: Berapakah had umur untuk seseorang itu melaksanakan tuntutan aqiqah?
2: Saya berumur 30 tahun, saya difahamkan oleh ibu bapa bahawa saya belum diaqiqahkan, bolehkah saya melaksanakan aqiqah untuk diri saya?
3: Anak saya berumur 26 tahun, beliau belum kami aqiqahkan disebabkan masalah kewangan, bolehkah saya melaksanakan aqiqah untuknya sekarang?
4: Bolehkah mengaqiqahkan anak yatim dengan menggunakan hartanya?
5: Bolehkah mengaqiqahkan ibu bapa yang telah meninggal dunia?

Penggunaan daging dan tulang haiwan aqiqah
1: Benarkah daging haiwan aqiqah sunat dimasak manis?
2: Apakah hikmah daging aqiqah sunat dimasak manis?
3: Apakah hikmah tulang haiwan aqiqah tidak boleh dipatah-patahkan?’
4: Bolehkah haiwan sembelihan aqiqah dijadikan hidangan untuk kenduri kahwin?

Mewakilkan pihak lain melaksanakan aqiqah
1: Bolehkah melaksanakan aqiqah anak di tempat lain atau di luar negeri?
2: Bolehkah mewakilkan penyembelihan aqiqah anak kepada pihak tertentu?
3: Bolehkah seseorang itu melaksanakan aqiqah tanpa melihat penyembelihan haiwan aqiqahnya?

Pengagihan daging haiwan aqiqah
1: Siapakah yang layak menerima daging sembelihan aqiqah?
2: Bolehkah mengagihkan daging aqiqah kepada jiran yang bukan Muslim?
3: Bolehkah bersedekah dengan kesemua daging aqiqah?
4: Bolehkah diberikan sebahagian daripada daging aqiqah kepada bidan yang menyambut anak?
5: Apakah sunnah memberikan kaki haiwan aqiqah kepada bidan yang menyambut kelahiran anak?
6: Bolehkah menjual kulit haiwan aqiqah?
7: Bolehkah seseorang menjual sebahagian daripada daging aqiqah anaknya?

Hukum melumurkan darah haiwan aqiqah pada anak atau pintu rumah
1: Apakah hukum melumurkan darah haiwan sembelihan aqiqah ke atas kepala anak yang baru dilahirkan?
2:Apakah hukum bagi orang yang melumuri pintu rumah dengan darah haiwan aqiqah ataupun korban bagi tujuan dijauhkan dari syaitan?

Sunnah lain yang boleh dilakukan pada hari penyembelihan aqiqah
1: Apakah sunnah lain yang boleh dilakukan pada hari penyembelihan aqiqah anak?
2: Adakah sunat mengkhatankan anak pada hari aqiqah?
3: Apakah yang boleh dilakukan jika hari ketujuh anak jatuh pada Hari Raya Korban?



SOALAN & JAWAPAN

Aqiqah menurut Islam

1: Apakah itu aqiqah?
J: Aqiqah menurut bahasa ialah ‘memotong’. Pada asalnya ia merujuk pada rambut yang terdapat pada kepala bayi ketika bayi tersebut keluar dari rahim ibunya, rambut itu dinamakan aqiqah kerana ianya harus dipotong (dicukur).
Menurut istilah pula aqiqah ialah haiwan yang disembelih kerana bayi atau untuk bayi yang dilahirkan. Dinamakan sembelihan itu dengan aqiqah adalah kerana haiwan tersebut disembelih pada hari mencukur rambut kepala bayi itu. Wallahuaklam

Top

2: Bagaimanakah sejarah bermulanya ibadah aqiqah?
J: Diriwayatkan oleh Buraidah bahawa, “Pada zaman Jahiliyyah apabila kami mendapat seorang anak lelaki, maka kami menyembelih seekor kambing, maka kami mencukur kepala bayi tersebut, lalu kepalanya kami sapu dengan darah kambing yang disembelih itu”.

Menurut riwayat Ibnu Sakan pula, “Orang-orang Jahiliyyah meletakkan kapas yang telah dicelup dengan darah aqiqah lalu kapas yang penuh dengan darah tersebut disapu ke ubun-ubun bayi yang baru saja dilahirkan itu. Setelah datangnya Islam, perkara itu tidak dibenarkan oleh Rasullullah S.A.W. Baginda menyuruh menggantikannya dengan meletakkan haruman kasturi pada kepala bayi yang baru dilahirkan itu.

Apabila kita melihat penjelasan tentang sejarah ibadah aqiqah seperti di atas, tradisi aqiqah ini adalah suatu tradisi yang diterima oleh Islam dengan mengadakan pembetulan pada bahagian-bahagian tertentu. Hikmah penyembelihan aqiqah itu diterima oleh Islam kerana aqiqah itu merupakan suatu upacara yang memperlihatkan kegembiraan, mensyukuri nikmat, serta merupakan suatu ibadah sosial. Wallahuaklam

Top

3: Apakah hukum melaksanakan ibadah aqiqah?
J: Hukum melaksanakan aqiqah untuk anak yang baru dilahirkan adalah sunat dan sangat digalakkan di dalam Islam. Pendapat yang sedemikian adalah pendapat jumhur imam-imam dan ahli fiqh. Oleh itu hendaklah ibu bapa melaksanakannya jika ada kemampuan untuk menghidupkan sunnah Rasulullah S.A.W ini. Sehingga ia juga akan menerima keutamaan dan pahala di sisi Allah S.W.T.
Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis:
“Sesungguhnya manusia pada hari kiamat nanti akan diminta tanggungjawabnya atas aqiqah, sebagaimana akan diminta tanggungjawabnya atas solat-solat lima waktu.” Wallahuaklam

Top

4: Apakah hikmah melaksanakan ibadah aqiqah?
J: Hikmah di sebalik pelaksanaan ibadah aqiqah itu sangat banyak, hanya Allah yang mengetahuinya, akan tetapi ulama telah menggariskan beberapa hikmah yang dapat difahami, antaranya:
Pertama, aqiqah itu merupakan suatu ibadah yang bertujuan mendekatkan diri anak kepada Allah S.W.T dari peringkat awal lagi.
Kedua,sebagai fidyah (tebusan) untuk menebus diri anak dari segala mara bahaya dan bala bencana, sebagaimana Allah telah menebus Nabi Ismail dengan seekor kibas.
Ketiga, sebagai tanda kegembiraan dan kesyukuran atas kurniaan anak dan nikmat rezeki.
Keempat, mengukuhkan lagi pertalian kekeluargaan dan hidup bermasyarakat melalui jamuan dan agihan lauk daripada daging aqiqah.
Kelima, untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari kiamat.
Wallahuaklam

Top

5: Siapakah yang dituntut oleh Islam untuk melaksanakan aqiqah?
J: Aqiqah merupakan suatu bentuk ibadah apabila seseorang itu dikurniakan anak oleh Allah S.W.T. Maka ia dituntut ke atas setiap ibu bapa yang dikurniakan anak sebagai tanda kesyukuran kepada Allah S.W.T. Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda:
“Sesungguhnya Rasulullah S.A.W menuntut untuk dinamakan anak (yang baru lahir) pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diaqiqahkannya.” Hadis Riwayat Tirmidzi. Wallahuaklam

Top

6: Apakah perbezaan antara aqiqah dan korban?
J: Antara perbezaan yang wujud di antara aqiqah dan korban ialah;

1. Aqiqah dituntut perlaksanaannya sekali seumur hidup, manakala ibadah korban disunatkan perlaksanaannya setiap tahun iaitu pada Hari Raya Haji.
2. Daging sembelihan aqiqah sunat diagihkan setelah dimasak, adapun daging sembelihan korban pula sunat diagihkan dalam keadaan mentah.
3. Tidak digalak mematahkan tulang haiwan sembelihan aqiqah, sebaliknya haiwan sembelihan korban tidak dilarang.
4. Sunat menghadiahkan kaki kanan haiwan sembelihan aqiqah kepada bidan yang menyambut kelahiran, berbeza dengan korban tidak disunatkan demikian.

Wallahuaklam

Top

7: Bilakah waktu paling baik untuk melaksanakan aqiqah?
J: Dalam menentukan waktu yang terbaik untuk seseorang itu melaksanakan aqiqah, kita perhatikan pandangan Imam Ahmad ibn Hanbal yang menyatakan bahawa penyembelihan aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh, jika tidak dapat maka pada hari keempat belas, jika tidak dapat juga maka lakukanlah pada hari kedua puluh satu. Adapun jika pada hari-hari tersebut tidak dapat dilaksanakan kerana tidak berkemampuan, maka penyembelihan boleh dilakukan pada hari-hari lain yang memungkinkannya melaksanakan aqiqah tersebut.
Rasulullah S.A.W bersabda;
“ Seorang anak terikat dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan dicukur serta diberi nama.” Hadis riwayat Ahmad & Tirmidzi.
Wallahuaklam

Top

8: Apakah yang perlu dibaca ketika penyembelihan haiwan aqiqah?
J: Sudah menjadi intipati amalan dalam Islam bahawa setiap amalan itu perlu didahului dengan doa. Ini bagi menambahkan lagi kesempurnaan sesuatu ibadah itu. Maka dalam konteks penyembelihan haiwan aqiqah, pertama, saudara perlu membaca Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian diikuti dengan doa “Oh Tuhan, ini adalah aqiqah si Polan (sebut nama anak), ia merupakan nikmat daripada-Mu, dan kepada-Mu kami kembalikan.” Wallahuaklam

Top

Ketentuan aqiqah untuk anak lelaki dan perempuan

1: Apakah ketentuan aqiqah bagi anak lelaki dan anak perempuan?
J: Perlaksanaan ibadah aqiqah dianjurkan untuk anak lelaki dan juga anak perempuan, sebagaimana hadis Rasulullah S.A.W. yang bermaksud;
“Anak lelaki diaqiqahkan dengan dua ekor kambing dan anak perempuan diaqiqahkan dengan seekor kambing.” Hadis riwayat Ahmad & Tirmidzi.
Dalam sebuah hadis lain Rasulullah bersabda;
“Rasulullah S.A.W telah memerintahkan kepada kami untuk mengaqiqahkan anak lelaki dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.” Hadis riwayat Ibn Abi Syaiban.
Hadis di atas secara keseluruhannya menunjukkan dua perkara;
Pertama; baik anak lelaki mahupun perempuan, sama-sama disyariatkan supaya dilaksanakan aqiqah.
Kedua; perbezaan bahawa anak lelaki dengan dua ekor kambing sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing. Wallahuaklam

Top

2: Apakah haiwan sembelihan yang dibolehkan untuk ibadah aqiqah?
J: Menurut jumhur ulama, haiwan yang dibolehkan untuk disembelih bagi ibadah aqiqah ialah unta, lembu, kerbau, kambing, biri-biri dan kibas. Pelaksanaan penyembelihan haiwan tersebut di dalam ibadah aqiqah juga mempunyai syarat-syarat tertentu seperti berikut;

1. Unta berumur 5 tahun dan masuk tahun ke 6.
2. Lembu atau kerbau berumur 2 tahun masuk tahun ke 3.
3. Kambing atau biri-biri berumur 2 tahun atau telah bersalin gigi.
4. Kibas berumur 1 tahun atau telah bersalin gigi.
5. Haiwan tersebut juga disyaratkan tidak cacat.

Wallahuaklam

Top

3: Bolehkah seekor kambing dikongsi oleh dua orang anak bagi tujuan aqiqah?
J: Menurut hadis-hadis yang diriwayatkan berkenaan dengan penentuan jumlah atau bahagian haiwan ternakan yang perlu bagi ibadah aqiqah, kita dituntut melaksanakan aqiqah dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk anak perempuan atau seekor kambing bagi anak lelaki jika kurang berkemampuan. Walau bagaimanapun tidak ada hadis yang menyatakan keharusan berkongsi seekor kambing untuk dua orang anak bagi ibadah aqiqah. Jika seseorang kurang berkemampuan menunaikan tuntutan itu serentak, maka tunaikanlah seorang demi seorang anak dalam perlaksanaan aqiqah mengikut kemampuan. Wallahuaklam

Top

4: Bolehkah mengaqiqahkan anak lelaki dengan seekor kambing sahaja?
J: Anak lelaki sebaik-baiknya diaqiqahkan dengan 2 ekor kambing, akan tetapi seekor kambing sudah memadai bagi tujuan menunaikan tuntutan ibadah aqiqah tersebut. Ini kerana Rasulullah S.A.W. sendiri melaksanakan aqiqah untuk cucu baginda dengan seekor kambing sahaja.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan;
“Bahawa Rasulullah S.A.W telah mengaqiqahkan Hassan dan Hussain dengan satu ekor biri-biri.” Hadis riwayat Abu Daud.
Wallahuaklam

Top

5: Bolehkah berkongsi tujuh orang (bahagian) bagi seekor lembu dalam ibadah aqiqah?
J: Seperti yang kita sama-sama ketahui bahawa bagi anak lelaki sunat diaqiqahkan dengan 2 ekor kambing, dan bagi anak perempuan sunat diaqiqahkan dengan 1 ekor kambing, akan tetapi jika sekiranya seekor lembu atau unta disembelih dengan niat menggantikan tujuh ekor kambing atau 7 bahagian aqiqah, maka ia dibolehkan. Wallahuaklam

Top

6: Adakah wajib menyembelih dua ekor kambing bagi anak lelaki dalam ibadah aqiqah?
J: Aqiqah dua ekor kambing bagi anak lelaki itu bukanlah suatu kemestian, kerana Rasulullah S.A.W sendiri telah melaksanakan aqiqah cucu Baginda, Hassan dan Hussain dengan masing-masing seekor kambing.
Dalam sebuah hadis telah diriwayatkan;
“Bahawa Rasulullah S.A.W telah mengaqiqahkan Hassan dan Hussain dengan satu ekor biri-biri.” Hadis riwayat Abu Daud.
Wallahuaklam

Top

Had umur anak dan perlaksanaan aqiqah untuk orang lain

1: Berapakah had umur untuk seseorang itu melaksanakan tuntutan aqiqah?
J: Berhubung dengan persoalan saudara tentang had umur bagi perlaksanaan aqiqah, sebenarnya ada pendapat yang menyatakan bahawa had umur seseorang bagi melaksanakan aqiqah ialah sehingga anak itu baligh. Walau bagaimanapun, mengikut pandangan Dr. Wahbah Az-Zuhaili di dalam kitabnya Fiqh al-Islami Wa Adilatuhu, bahawa “(Aqiqah) Tidak dikhususkan kepada anak ketika kecil, maka ibu bapa perlu melaksanakan aqiqah anak yang lahir walau selepas ia baligh, kerana tiada tempoh akhir bagi ibadah aqiqah.” Wallahuaklam

Top

2: Saya berumur 30 tahun, saya difahamkan oleh ibu bapa bahawa saya belum diaqiqahkan, bolehkah saya melaksanakan aqiqah untuk diri saya?
J: Saudara, mengikut pendapat Mazhab Imam Hanbali, seseorang itu boleh melaksanakan aqiqah bagi dirinya sendiri sebagai suatu keharusan bukan sebagai suatu tuntutan, ini kerana tuntutan perlaksanaan aqiqah untuk diri saudara adalah di atas tanggungjawab ibu bapa saudara, oleh kerana mereka tidak berkemampuan sehingga saudara dewasa, maka saudara dibolehkan melaksanakannya sendiri berdasarkan pandangan Imam Hanbali tersebut. Wallahuaklam

Top

3: Anak saya berumur 26 tahun, beliau belum kami aqiqahkan disebabkan masalah kewangan, bolehkah saya melaksanakan aqiqah untuknya sekarang?
J: Saudari, perlaksanaan aqiqah sebaik-baiknya dilaksanakan semasa anak berumur 7 hari atau 14 hari atau 21 hari atau sebelum baligh, akan tetapi aqiqah tidak dihadkan kepada anak kecil yang baru lahir sahaja, ianya juga dituntut kepada mereka yang sudah dewasa yang belum dilaksanakan aqiqah atas apa-apa sebab, maka ibu bapa hendaklah mengaqiqahkan anak mereka walaupun selepas mereka baligh kerana tiada had masa bagi tuntutan ibadah aqiqah. Wallahuaklam

Top

4: Bolehkah mengaqiqahkan anak yatim dengan menggunakan hartanya?
J: Aqiqah adalah salah satu bentuk sedekah. Bersedekah dengan harta orang lain tidak dibenarkan di dalam Islam. Sedangkan orang yang menjaga harta anak yatim hanya pemegang amanah sementara waktu sahaja sehingga anak itu baligh. Maka melaksanakan aqiqah bagi pihak anak yatim dengan menggunakan harta anak yatim adalah tidak dibenarkan dalam Islam. Wallahuaklam

Top

5: Bolehkah mengaqiqahkan ibu bapa yang telah meninggal dunia?
J: Aqiqah seperti yang kita ketahui adalah sebahagian daripada konsep bersedekah dalam mencari keredhaan dan mengharapkan pahala daripada Allah S.W.T. Seperti amalan sedekah lainnya yang sunnah dilakukan demi menyampaikan pahala kebajikan amalan tersebut kepada si mati, maka jika sekiranya saudari berniat ingin berbuat demikian dan saudari benar-benar mengetahui bahawa ibu bapa saudari belum diaqiqahkan, maka laksanakan dan berdoa kepada Allah S.W.T supaya menerima amalan yang saudari ingin laksanakan. Akan tetapi sekiranya ibu bapa ada mewasiatkan demikian maka wajib ditunaikan. Wallahuaklam

Top

Penggunaan daging dan tulang haiwan aqiqah

1: Benarkah daging haiwan aqiqah sunat dimasak manis?
J: Memang benar apa yang nyatakan, berbeza dengan korban yang dagingnya sunat diagihkan secara mentah, aqiqah pula sunat dimasak dengan masakan yang manis-manis dan dibuat jamuan atau diagihkan setelah dimasak. Dalam sebuah hadis riwayat Al-Baihaqi dari Aisyah R.A.;
“Menyedekahkan daging aqiqah dalam keadaan sudah dimasak itu adalah sunnah.” Wallahuaklam

Top

2: Apakah hikmah daging aqiqah sunat dimasak manis?
J: Inilah antara perbezaan yang ada di antara korban dan aqiqah, daging korban sunat diagihkan dalam keadaan mentah, manakala daging aqiqah pula sunat diagihkan setelah dimasak dengan masakan yang manis. Adapun hikmah kenapa kita disarankan memasak daging aqiqah dengan masakan yang manis-manis ialah kerana ia sebagai doa harapan baik (tafa-ul), mudah-mudahan akhlak dan kelakuan anak tersebut akan menjadi baik dan manis dipandang. Wallahuaklam

Top

3: Apakah hikmah tulang haiwan aqiqah tidak boleh dipatah-patahkan?
J: Kita dituntut supaya tidak mematahkan tulang-tulang haiwan sembelihan aqiqah, akan tetapi sunnah dipotong mengikut sendi-sendi haiwan tersebut. Ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, iaitu ketika Fatimah binti Muhammad S.A.W. mengadakan aqiqah anaknya, maka Rasulullah S.A.W. bersabda; “Makan dan jamulah seleramu tetapi janganlah kamu memecahkan tulangnya”.
Antara hikmah di sebaliknya tuntutan tersebut ialah supaya anak-anak tersebut akan membesar dengan sempurna dan tidak ditimpa perkara yang boleh mencacatkannya sehingga patah dan lain-lain. Wallahuaklam

Top

4: Bolehkah haiwan sembelihan aqiqah dijadikan hidangan untuk kenduri kahwin?
J: Di samping menunjukkan kesyukuran kepada Allah S.W.T terhadap kurniaan anak, antara tujuan utama dianjurkan ibadah aqiqah di dalam Islam ialah untuk mengeratkan tali persaudaraan sesama keluarga, jiran, rakan taulan, dan orang Islam yang miskin dengan mengadakan kenduri dan jamuan, maka mengikut pendapat Imam Syafie menyembelih haiwan aqiqah dan membuat kenduri kahwin pada masa yang sama adalah dibolehkan. Wallahuaklam

Top

Mewakilkan pihak lain melaksanakan aqiqah

1: Bolehkah melaksanakan aqiqah anak di tempat lain atau di luar negeri?
J: Bagi menjawab pertanyaan tersebut, maka di sini kita kemukakan pandangan Sayid Al-Bakri dalam kitabnya I’anatut Tolibin, beliau menyatakan bahawa sah dan boleh berwakil pada pembelian korban dan aqiqah, dan boleh pula berwakil untuk menyembelihnya walaupun orang yang empunya diri berada di luar negeri. Wallahuaklam

Top

2: Bolehkah mewakilkan penyembelihan aqiqah anak kepada pihak tertentu?
J: Telah menjadi suatu amalan umat Islam di mana-mana bahawa mereka mewakilkan penyembelihan aqiqah kepada pihak tertentu, sama ada imam masjid, tukang sembelih atau syarikat tertentu seperti yang berlaku di Makkah sama ada pada musim Haji mahupun di luar musim Haji. Maka mewakilkan penyembelihan aqiqah kepada pihak lain yang dipercayai dan amanah adalah suatu yang dibenarkan oleh agama bagi memudahkan umat Islam melaksanakannya. Ini bertepatan dengan pendapat Sayid Al-Bakri di dalam kitabnya I’anatut Tolibin. Wallahuaklam

Top

3: Bolehkah seseorang itu melaksanakan aqiqah tanpa melihat penyembelihan haiwan aqiqahnya?
J: Sayid Al-Bakri dalam kitabnya I’anatut Tolibin menyatakan bahawa adalah sah dan boleh berwakil pada pembelian korban dan aqiqah dan boleh pula berwakil untuk menyembelihnya walaupun orang yang empunya diri berada di luar negeri. Ini bermakna orang yang dimaksudkan oleh Sayid Al-Bakri itu sudah tentu tidak dapat melihat sendiri aqiqah yang dilaksanakan bagi pihaknya oleh pihak tertentu. Maka hukumnya adalah dibolehkan. Wallahuaklam

Top

Pengagihan daging haiwan aqiqah

1: Siapakah yang layak menerima daging sembelihan aqiqah?
J: Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin di kalangan umat Islam. Walau bagaimanapun berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan para sahabat, kita disunatkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi. Apa yang membezakan aqiqah dan korban ialah kita disunatkan memberikan sebahagian kaki kambing aqiqah tersebut kepada bidan yang menyambut kelahiran tersebut. Wallahuaklam

Top

2: Bolehkah mengagihkan daging aqiqah kepada jiran yang bukan Muslim?
J: Kegembiraan serta kesyukuran kita menyambut kelahiran tidak akan meriah atau begitu dirasakan jika tidak diraikan bersama saudara mara terdekat dan jiran tetangga. Maka semua mereka yang disebut tadi perlu merasakan sesuatu bagi sama-sama meraikan kegembiraan kita, bahagian yang diagihkan kepada orang Islam dipanggil sedekah, adapun yang diberikan kepada orang bukan Islam dipanggil hadiah. Dan memangpun menjadi hak jiran itu sama ada Muslim atau sebaliknya merasa gembira dengan kegembiraan kita dan bersedih dengan kesedihan kita, maka kita berpendapat bahawa menghadiahkan sedikit masakan jamuan aqiqah kepada jiran yang bukan Muslim tidak bertentangan dengan tujuan asal sambutan aqiqah itu dianjurkan. Bahkan jika kita tidak menghadiahkan sedikit makanan kepada jiran tersebut ianya akan membawa kesan yang kurang baik seperti perasaan kecil hati, tekanan perasaan anak-anak jiran yang terbau masakan jamuan tersebut dan lain-lain. Wallahuaklam

Top

3: Bolehkah bersedekah dengan kesemua daging aqiqah?
J: Memang tujuan sebenar tuntutan aqiqah ialah bersedekah bagi melahirkan kesyukuran atas kurniaan anak yang baru dilahirkan, akan tetapi jika sekiranya seseorang ingin mengambil keberkatan ibadah tersebut dengan memakan sedikit daripadanya adalah dibolehkan. Walau bagaimanapun bersedekah dengan semua daging aqiqah tersebut kepada yang memerlukan amatlah baik. Wallahuaklam

Top

4: Bolehkah diberikan sebahagian daripada daging aqiqah kepada bidan yang menyambut anak?
J: Memang kita dituntut memberikan sebahagian daging aqiqah kepada bidan yang menyambut dan merawat anak yang baru dilahirkan itu, bahkan kita disarankan memberikan kaki belakang sebelah kanan haiwan yang disembelih tersebut kepada bidan berkenaan. Hal ini berdasarkan kepada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim yang disahihkannya, bahawa “Fatimah telah melakukan hal sedemikian itu atas perintah Rasulullah S.A.W.” Wallahuaklam

Top

5: Adakah sunnah memberikan kaki haiwan aqiqah kepada bidan yang menyambut kelahiran anak?
J: Memang benar apa yang dinyatakan. Adalah disunatkan memberi kaki kanan belakang haiwan sembelihan aqiqah anak kita kepada bidan yang menyambut dan merawat anak tersebut. Ini bertepatan dengan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W seperti dalam sebuah hadis riwayat Al-Hakim yang disahihkannya, bahawa “Fatimah telah melakukan hal sedemikian itu atas perintah Rasulullah S.A.W.” Wallahuaklam

Top

6: Bolehkah menjual kulit haiwan aqiqah?
J: Hakikat aqiqah sebenarnya adalah suatu bentuk sedekah, maka apa yang terbaik bagi sesuatu sedekah itu benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga iaitu saudara mara, jiran tetangga dan orang miskin di kalangan umat Islam, maka menjual sesuatu daripada haiwan aqiqah itu mengurangkan nilai sedekah yang ingin dicapai dalam ibadah aqiqah tersebut. Maka jumhur ulama mengatakan bahawa tidak boleh dijual apa-apa bahagian daripada haiwan sembelihan aqiqah tersebut. Tetapi ada pendapat dalam mazhab Hanbali mengatakan ia boleh dijual asalkan nilai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat awam. Wallahuaklam

Top

7: Bolehkah seseorang menjual sebahagian daripada daging aqiqah anaknya?
J: Hikmah agama Islam menggalakkan kita melaksanakan ibadah aqiqah ialah untuk menunjukkan rasa syukur dengan berkongsi nikmat Allah S.W.T. dengan umat Islam yang lain terutama saudara mara yang terdekat dan saudara seagama yang kurang bernasib baik Adapun menjual daging tersebut tidak dapat mencapai matlamat tersebut, maka menjual daging aqiqah adalah tidak dibolehkan. Wallahuaklam

Top

Hukum melumurkan darah haiwan aqiqah pada anak atau pintu rumah

1: Apakah hukum melumurkan darah haiwan sembelihan aqiqah ke atas kepala anak yang baru dilahirkan?
J: Adalah makruh melumurkan darah haiwan sembelihan aqiqah di kepala anak yang diaqiqahkan. Ini kerana Rasulullah melarang daripada perbuatan yang sedemikian. Dalam sebuah hadis daripada Aisyah R.A.;
“Mereka di zaman jahiliyyah menyapu darah haiwan aqiqah dengan kain lalu dilumur ke atas kepala anak yang baru dilahirkan itu, maka Nabi S.A.W memerintahkan mereka menukarkan darah tersebut dengan wangian.” Wallahuaklam

Top

2: Apakah hukum bagi orang yang melumuri pintu rumah dengan darah haiwan aqiqah ataupun korban bagi tujuan dijauhkan dari syaitan?
J: Adapun orang yang melumuri pintu rumah mereka dengan darah aqiqah atau korban adalah salah dan haram dari hukum agama. Ini kerana ia termasuk perkara yang tidak dilakukan oleh Rasulullah S.A.W, dan kepercayaan yang mengatakan akan dijauhi syaitan apabila menyapu darah korban ataupun aqiqah pada pintu rumah adalah bertentangan dengan pegangan akidah umat Islam. Wallahuaklam

Top

Sunnah lain yang boleh dilakukan pada hari penyembelihan aqiqah

1: Apakah sunnah lain yang boleh dilakukan pada hari penyembelihan aqiqah anak?
J: Berdasarkan kepada amalan yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W dan para sahabat, maka beberapa sunnah boleh dilakukan pada hari penyembelihan aqiqah tersebut, antaranya;

1. Mencukur rambut bayi tersebut pada hari ketujuh kelahirannya.
2. Memberikan nama pada bayi tersebut.
3. Bersedekah dengan emas atau perak seberat rambutnya yang telah dicukur.
4. Mengkhatan bayi tersebut.

Wallahuaklam

Top

2: Adakah sunat mengkhatankan anak pada hari aqiqah?
J: Memang benar, mengkhatankan anak pada hari ketujuh dan hari penyembelihan aqiqahnya adalah sunat. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Al-Baihaqi daripada Aisyah R.A. “Bahawasanya Nabi S.A.W mengkhatankan Hassan dan Hussain pada hari ketujuh dari hari kelahiran mereka.” Wallahuaklam

Top

3: Apakah yang boleh dilakukan jika hari ketujuh anak jatuh pada Hari Raya Korban?
J: Pada Hari Raya Korban kita disunatkan menyembelih haiwan korban, begitu juga pada hari ketujuh kelahiran seorang anak, kita dituntut melaksanakan aqiqah untuk anak tersebut, jadi apabila bertemu Hari Raya Korban bertepatan dengan hari ketujuh kelahiran anak, maka mengikut pandangan ulama mazhab Imam Ahmad ibn Hanbal, saudara boleh menggabungkan niat perlaksanaan aqiqah anak dengan niat korban, seperti mana jika bertemu hari Jumaat dengan hari raya maka saudara boleh niatkan mandi sunat keduanya dengan sekali mandi sahaja. Wallahuaklam

Top



Rujukan:

1. Al-Iqna’ Fi Halli Alfaz Abi Syuja’ – Khotib Syarbini
2. Fiqh Islami – Wahbah Az-Zuhaili
3. Fiqh As-Sunnah – Sayyid Sabiq
4. Sirajul Wahhaj ‘Ala Matnil Minhaj Lil Imam Nawawi.
5. Korban & Aqiqah – Haji Ahmad Fuad Said
6. Panduan Aqiqah Khatan & Korban – Muhammad Isa Selamat
7. Ibadat Korban, Hukum & Cara Pengendaliannya - Jabatan Mufti Kerajaan, Negara Brunei Darussalam.

Rencana Utama Kosmo